Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan program ‘We Love Bali‘ sebagai bentuk kampanye kualitas penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE bagi pelaku pariwisata Bali.

“Sebagai upaya bersama untuk memulihkan pariwisata di Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan para stakeholder menggelar sebuah program yang kita sebut We Love Bali,” Ujar Wishnutama, selaku menteri Kemenparekraf.

Wishnutama juga menyebutkan, secara keseluruhan program ini akan melibatkan 409 pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, 8.421 tenaga kerja, serta 4.800 peserta dari kalangan masyarakat yang berasal dari Provinsi Bali.

“Saya harapkan semua stakeholder dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian. Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata. Dengan rasa kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan kesehatan saya yakin sektor pariwisata akan segera bangkit kembali,” kata Wishnutama.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kemenparekraf bersama Kementerian Keuangan akan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang bertujuan meningkatkan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata, sekaligus mendukung industri pariwisata bertahan di tengah pandemi, misalnya membantu operasional seperti membayar gaji karyawan.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan apresiasi atas langkah Kemenparekraf tersebut. Menurutnya, lewat kegiatan ini masyarakat akan dapat melihat langsung penerapan protokol kesehatan di destinasi atau hotel-hotel tempat mereka menginap. Selain itu, masyarakat juga diharapkan melakukan transaksi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan diharapkan dapat tercipta atau terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap pariwisata di Bali, dan juga terhadap pasar. Pasar juga akan terbangun kepercayaannya terhadap penerapan protokol kesehatan di Bali,” kata Tjokorda Oka.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *